PENGARUH PERILAKU INDIVIDU NELAYAN BURUH
TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LEMPASING KOTA BANDAR LAMPUNG
Oleh :
VIEKE SANDRANITA
Kota Bandar Lampung merupakan salah satu wilayah pesisir di Provinsi Lampung yang mempunyai panjang garis pantai 26 km dan ditinjau dari posisi geografisnya berhadapan dengan Teluk Lampung sehingga mempunyai potensi sumberdaya kelautan yang sangat besar untuk dapat dimanfaatkan masyarakat pesisir khususnya nelayan Kota Bandar Lampung. Berdasarkan besarnya potensi laut dan didukung dengan adanya otonomi daerah, maka dapat dikatakan bahwa "idealnya" nelayan mendapatkan kesejahteraan yang sangat layak karena mereka menguasai laut yang berpotensi besar. Akan tetapi, pada kenyataannya masyarakat pesisir selalu dikategorikan sebagai masyarakat miskin dan tertinggal. Dalam kajian-kajian akademik atau hasil penelitian para ahli, dua pranata sosial ekonomi yang dimiliki nelayan yaitu pranata penangkapan dan pemasaran hasil tangkapan, dipandang sebagai hal-hal krusial yang menjadi penyebab timbulnya kemiskinan struktural. Masalah kemiskinan nelayan juga berakar pada aspek ketergantungan mereka pada usaha untuk melakukan diversifikasi penangkapan. Di sisi lain, perilaku masyarakat pesisir memiliki pola hidup dan kebiasaan boros serta kurang merespon perubahan baik internal maupun eksternal.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah perilaku individu nelayan buruh berpengaruh terhadap pendapatan nelayan. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui perilaku individu nelayan buruh dan pendapatan nelayan buruh di PPP Lempasing Kota Bandar Lampung serta pengaruh perilaku individu nelayan buruh di PPP Lempasing Kota Bandar Lampung terhadap pendapatan nelayan buruh. Hipotesis yang diajukan yaitu ”Perilaku individu nelayan buruh berupa kemampuan, persepsi, pembelajaran, motivasi dan peluang pekerjaan lain berpengaruh terhadap pendapatan nelayan yang beraktivitas di PPP Lempasing Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode survei (Survey Method) menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang diambil sebesar 94 orang nelayan dengan metode Stratified Random Sampling. Untuk menjawab tujuan dan hipotesis penelitian digunakan model regresi logistik binari (Binary Logistic Regression).
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh perilaku individu nelayan buruh terhadap pendapatan nelayaan adalah sebesar 47,1%. Dengan demikian 47,1% pendapatan nelayan dapat dijelaskan oleh dimensi persepsi, kemampuan, motivasi, pembelajaran dan peluang pekerjaan lain, sedangkan sisanya sebesar 52,9% adalah merupakan pengaruh dari variabel bebas lain yang tidak dijelaskan oleh model penelitian ini. Secara parsial variabel persepsi secara signifikan berpengaruh positif terhadap pendapatan nelayan dengan probabilitas sebesar 0,043 yang dibuktikan dengan Zhitung > Ztabel (3,220>1,9), artinya variabel kemampuan secara signifikan berpengaruh positif terhadap pendapatan nelayan dengan probabilitas sebesar 0,019 yang dibuktikan dengan Zhitung > Ztabel (2,085>1,9), variabel pembelajaran tidak berpengaruh terhadap pendapatan nelayan yang dibuktikan dengan Zhitung <>tabel (0,898<1,9),>Zhitung > Ztabel (4,444>1,9) dan artinya variabel peluang pekerjaan lain secara signifikan berpengaruh negatif terhadap pendapatan nelayan di PPP Lempasing Kota Bandar Lampung dengan probabilitas sebesar 0,029 yang dibuktikan dengan Zhitung > Ztabel (3,502>1,9). Artinya hasil penelitian ini membuktikan pendapatan nelayan buruh secara nyata dipengaruhi oleh perilaku individu nelayan, akan tetapi keseluruhan probabilitas variabel perilaku individu yang kecil akan mengakibatkan peningkatan pendapatan nelayan buruh yang kecil juga. Untuk itu, disarankan perlu adanya kebijakan Pemerintah dengan pendekatan modernisasi terhadap sarana penangkapan yang meliputi alat tangkap dan jenis kapal yang digunakan, melakukan pembinaan secara intensif dan bertahap serta pengembangan lembaga-lembaga Pemerintah yang memfasilitasi kebutuhan modal, kegiatan usaha dan pengembangan sumber daya manusia nelayan PPP Lempasing Kota bandar Lampung. Adapun kebijakan yang diberikan tetap memperhatikan fungsi sosial dari nelayan.
Info Lebih Lanjut: http://digilib.unila.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar